Rabu, 10 Februari 2010

Koperasi Untuk Sejahtera Bersama

Menurut BPS, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia) pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2008 yang berjumlah 34,96 juta (15,42 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta (http://www.bps.go.id/index.php?news=697). Tetapi kalau kita ketik "jumlah penduduk miskin meningkat" di mesin pencari google, maka akan menemukan berita-berita mengenai jumlah penduduk miskin di berbagai kota atau propinsi yang meningkat.

Menurut Sunaryo Urip (http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/Sunaryo21agts07.pdf), ada 2 faktor penyebab kemiskinan, yaitu:

  1. Faktor kemiskinan sementaraa- guncangan perekonomian
    - bencana alam
  2. Faktor kemiskinan kronis
    - keterisolasian dan keterbatasan sumber daya
    - kondisi sosial budaya
    - faktor individual

Menurut saya dari semua faktor kemiskinan di atas, yang perlu kita perhatikan adalah faktor kemiskinan kronis, karena faktor itu sifatnya bisa permanen padahal masih berada dalam kontrol kita untuk mengubahnya. Caranya dengan mulai memperbaiki faktor individual, lalu secara bersama-sama mengatasi kedua faktor kemiskinan kronis lainnya.

Menurut Dr. Phil Bartle (http://web3.unt.edu/honors/eaglefeather/?p=169&page=3), ada 5 faktor utama yang menyebabkan faktor kemiskinan kronis seseorang, yaitu:
  1. Disease (Individu yang sering sakit, simpanannya terkuras, banyak hutang, akan sering bolos dan produktivitas dan income-nya rendah)
  2. Apathy (Individu yang tidak memiliki kepedulian atau merasa tidak berdaya sehingga tidak mau memperbaiki konsep, cara, metode, strategi atau kondisi yang salah menjadi benar)
  3. Dependency (Individu yang sudah terbiasa ditolong akan sulit untuk mandiri dan selalu berharap dibantu oleh orang lain)
  4. Dishonesty (berjiwa korup kalau punya kesempatan. Kalau saat ini terlihat jujur hanya karena tidak punya kesempatan untuk korupsi atau mencuri)
  5. Ignorance (Individu dengan keterbatasan informasi atau pengetahuan yang menyebabkan mereka menjadi cupat atau berpikir sempit, tetapi bukan bodoh atau terbelakang)

Menurut saya, untuk mengatasi ke-5 faktor utama kemiskinan kronis, yaitu dengan terlebih dahulu memperbaiki mindset (pola pikir) dari individu-individu dari masyarakat yang berada di garis kemiskinan (karena mereka akan mudah masuk kategori miskin), sebelum menolong mereka yang miskin. Selain itu perlu dilakukan latihan-latihan untuk memperbaiki kebiasaan (habit) mereka agar sedikit demi sedikit mereka bisa membuang ke-5 faktor utama kemiskinan itu dari dalam diri mereka. lalu secara bersama-sama menyusun rancangan bisnis dan strategi untuk memperbaiki ekonomi bersama. Dan hal ini hanya mungkin dilakukan dalam sebuah komunitas yang mengikat seperti halnya koperasi.

Untuk itu sebuah koperasi telah dibangun untuk mensejahterakan anggotanya hanya dengan menabung Rp.20.000 per bulan, dan menerapkan program ASA (anggota sponsor anggota). Anda dapat membacanya dan juga langsung bergabung di http://www.KoperasiGPIB.com. Bagi yang malas mengiur Rp.20.000 per bulan selama menjadi anggota, bisa bergabung di http://www.DepositoBerjenjang.co.cc yang menawarkan deposito yang juga menawarkan konsep bagi hasil berjenjang dengan potensi income sampai Rp.15 miliar per bulan. Too good to be true? Silahkan buktikan sendiri.

Robert Tampubolon
Founder http://www.koperasiGPIB.co.cc

The Vortex: Where the Law of Attraction Assembles All Cooperative RelationshipsThe Vortex: Where the Law of Attraction Assembles All Cooperative Relationships

0 komentar:

Posting Komentar